Ortu selalu benar. Jika ortu salah, lihat pernyataan sebelumnya.

viputri:

That’s true! Hahahaha…..

(Source: prijayanty)

michaelballack:

via

michaelballack:

via

Damn, I’m Craving them!

Menginjak seminar skripsi yang entah mengapa, membuat suasana jadi super tegang, saya mendadak ngidam makanan-makanan ini. It takes much money to buy, tapi ketika diliat dompet sepertinya tidak bersahabat. Ditambah lagi kemaren saya sudah menghabiskan cukup banyak uang akibat sakit dan beli kabel :(. 

 

  cheesecake.

 

 

Huahhhhhh……masih ada hutang untuk fotocopy dan ngeprint proposal ditambah ngeprint segala macam bahan skripsi. 

Mum

Semalem gue habis ngobrol sama seorang temen dan dia cerita tentang keluarganya. Dari awal gue tahu kalo temen gue ini dulu sempet punya masalah sama keluarga besarnya. Dan gue juga tahu kalo temen gue ini sayang banget sama keluarganya. Kalo gue sebagai orang luar ngeliat keluarga temen gue ini bener-bener keluarga ideal: sakinah-ma waddah- wa-rohmah. 

Nah, semalem itu dia cerita tentang konflik dalam kelurga besarnya. dan setelah cerita itu gue langsung bengong. Gue amaze sama ibunya temen gue itu. Dan ketika gue cerita ke nyokap gue, beliau bilang: Ibu yang kuat anaknya hebat. Gue telah membuktikan dengan temen gue itu, dan adik-adiknya. 

Sedikit contekan ceritanya temen gue itu. 

Si Ibu ini masa kecilnya tajir. Bokapnya kerja di perusahaan besar. Tapi karena lingkungan kerjanya nggak enak dan agak-agak rawan korupsi gitu, akhirnya bokapnya memutuskan pensiun dini. Setelah pensiun keluarga si Ibu ini pindah ke kampung halaman bokapnya. Dan hidupnya berubah. Yang awalnya tajir jadi miskin dan serba terbatas. Si Ibu ini juga punya banyak adik, jadi dia musti berjuang juga membantu orangtuanya buat bayarin adik-adiknya sekolah. 

Nah, masalah nggak berhenti di sini. Ketika akan married, keluarga calonnya nggak suka sama si Ibu ini. Saudara-saudara calonnya itu meremehkan dia. Karena dia dari keluarga miskin dan adiknya banyak. Dipikir keluarga calonnya, si Ibu ini nantinya nggak bisa ngurus anak dan kehidupan keluarganya nggak bakal terjamin. 

Tapi yang terjadi justru kebalikannya. Anak-anaknya yang sekarang udah gede-gede ini justru paling pinter di antara semua anak sauadara-saudaranya suaminya. Keluarganya juga secara ekonomi paling stabil, bahkan si Ibu ini masih bisa bantu adik-adiknya. Dan meskipun pernah difitnah sama keluarga suaminya, si Ibu ini nggak pernah dendam. Bahkan ketika anaknya sebel banget sama saudara-saudara bokapnya gara-gara meremehkan si Ibu, si Ibu ini tetep bilang kalau nggak perlu kayak gitu. Si Ibu tetep tulus membina hubungan baik dengan keluarga suaminya. 

Hebat banget, ya? Gue sampe terbengong-bengong dengernya. Betapa ibunya temen gue fighter banget. Gue belum tentu tahan kalo ngadepin cobaan kayak gitu. Dan temen gue ini juga mencoba untuk nggak sebel sama saudara-saudara bokapnya. Gue nggak heran, deh, kalo temen gue sampe sayang banget sama orangtuanya. Karena contoh ibunya seperti ini. 

Dan ternyata banyak banget ibu-ibu fighter kayak ibunya temen gue ini. Termasuk nenek gue.

Gue kayak denger sebuah cerita pemicu gitu, bahwa gue pengen jadi ibu yang kuat juga. Seperti ibu-ibu lain.  

Escape to the sea

butuh pelarian.

ke tempat yang lapang banget

pengen menjelajah indonesia

ke Wakatobi

Wakatobi

Ke Pantai Bira

Cubadak

Sabang

Pulau komodo

Pantai Gangga

Teluk Tomini

Kacamata 65 tahun Indonesia

Terpengaruh dengan acara malam tirakatan kemaren, saya sempet geli sendiri. Jadi pada malam peringatan 17-an tu seorang ibu menampilkan sebuah video, yang dikatakan sebagai video untuk training. Dan saya pikir karena momen kemerdekaan, maka video itu tentang hal-hal yang berhubungan dengan Indonesia. Ternyata? Dakwah, gan!

Ya, memang maklum lah dengan tingkah ibu ini yang suka “dakwah” di mana-mana. Tapi kalao menurut saya yang kemaren agak keterlaluan. Karena momen-nya adalah 17 Agustus, dan merupakan acara RT, yang diikuti oleh umum (termasuk non-muslim). Tiba-tiba dia dakwah, dengan video pula.

Dan tragisnya, nggak ada yang merhatiin dia. Bahkan kalo biasanya habis pidato selalu ada tepuk tangan, nggak ada yang tepuk tangan sama sekali!

Di samping si Ibu itu masih ada cerita tentang tari jaipong. Menurut sebuah sumber yang saya baca (kaskus), katanya gubernur Jawa Barat mau melarang tarian tradisional ini, khususnya di provinsinya. Karena dalam tarian ini memadukan 3G (geol, githek, dan goyang). Dan alasannya tarian Jaipong “Tidak Islami”.

In the other case. Abu Bakar Ba’azhir. Meskipun saya juga nggak suka dengan penangkapan polisi yang tiba-tiba, seolah tanpa bukti, tapi saya kurang suka dengan paham kyai ini tentang pemakaian syariat Islam sebagai landasan hukum Indonesia.

Contoh-contoh kasus di atas menjadi cermin dan renungan di ulang tahun Indonesia ke-65 ini.

Sebagai penganut Islam, saya terus terang malu. Meskipun memang saya lebih mencintai agama saya ketimbang negara saya, tapi perlu ada pemikiran lain dalam melihat agama.

Masyarakat kita adalah masyarakat yang plural: berbagai suku, agama, dan ras. Kebhinekaan ini yang perlu ditanamkan. Ketika orang menjadi fanatik dengan agamanya sendiri, terserah. Tapi jangan membawa konteks agama tersebut dalam forum yang berada di luar agama.

Menurut saya apa yang dilakukan sekarang, dalam hal agama, bahkan sudah melenceng dari apa yang dilakukan oleh tokoh-tokoh agama terdahulu.

Wali Songo, misalnya. Mereka menyebarkan ajaran Islam dengan memasukkannya ke dalam kebudayaan setempat yang lebih dulu ada.Hal ini bertujuan agar agamamenjadi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sekarang? Kebudayaan justru akan dicopot dari kehidupan, dengan alasan agama.

Bahkan junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW tidak bisa membuat pamannya beralih ke Islam.

Bahkan dalam Islam sendiri terdapat sebuah ayat yang berarti “Bagiku agamaku, bagimu agamamu.”

Hal ini sebenarnya membuktikan Islam yang ‘aslinya’ adalah agama yang toleran. Dan agama ini menghargai pluralitas.

Mengapa pada perkembangannya justru seperti sekarang ini?

Di tengah masyarakat Indonesia yang beragam, harusnya Islam lebih bisa berdaptasi, karena ajarannya yang fleksibel. Begitu pula dengan sejarahnya sebagai agama dengan pemeluk yang ‘ramah’ dengan siapa saja, entah muslim, maupun non-muslim.

Ketika yang terjadi demikian, ini justru kemunduran bagi umat Islam sendiri. Dan lebih sempit lagi, kemunduran pula bagi Indonesia. Ketika semboyan “Bhineka Tunggal Ika” tidak bisa ditegakkan lagi.

Akan jadi seperti apa Indonesia?

delicious-o

Entah kenapa gue kepikiran pizza hari ini. Dan gue sangat ingin makan pizza untuk merayakan ulang tahun gue hari Kamis besok

gue, sih, berharap duit mencukupi untuk beli pizza. Yah, gue belum tau, sih, bakal makan pizza sama siapa. pengen mentraktir orang. tapiiii lagi-lagi terkendala uang, dan pastinya sdm-nya juga.

ah…pizza-pizza

Mon-Die

My Monday makes me dying

Entah ada angin apa gue, nih, senen hari ini bawaannya nggak enak banget. yang males, yang bosen, yang marah. segala macem perasaan nyampur! 

Dari tadi pagi gue udah empat kali bangun. tapi baru yang keempat gue bener-bener langsung mandi. Itu pun udah jam 7.15. Paling siang sepanjang sejarah gue masuk kantor. 

di kantor, biasanya gue semangat, nih. sekarang. dengan santainya gue lebih memilih duduk doang. bahkan makan pun gue males banget. Oh, Damn!

INI KENAPAAAAAA??? 

Pagi ini lebih parah karena AC di ruangan gue mendadak dingin kayak di kulkas. Padahal biasanya ruangan gue ini AC-nya nggak pernah hidup (biasalah banyak abapak-bapak ngerokok di sini). Mana gue nggak bawa jaket!

Hyaaaaa…..MENGGILGIL. 

Brrrrrrr….

masih sampe jam 4 gue di sini. tapi karena saking kselenya, nih, gue kepikiran pulang jam 12 aja. Gue tuker hari. Hoaaaaaaaaa…

Kesetanan, nih, gue

ngaco!

Tumblr gue juga isisnya nyampah gini hari ini.

kurus@mydream.com

sebagai orang yang gampang gemuk, bentuk badan kurus adalah impian gue. dan gue berusaha banget biar bisa kurus. gue nyoba diet, olahraga, dan sekarang gue lagi pake papan kesehatan Cina yang katanya bisa bikin kurus. o, iya, plus lagi, minum teh rosella.

tapi hasilnya? berat badan gue masih berkisar antara 68-70, dan badan gue tetep nggak bisa kurus. ditambah paha gue udah segede apaaaaaaaaaa ini :((

gue pernah nyoba diet. tiga hari gue nggak makan nasi, gue ganti mie, dan oatmeal. and guess what? maag gue langsung kambuh. dan biasanya, maag gue kalo udah agak parah, disertai dengan diare. jadilah gue seharian diare. DAMN!!!!

selain maag gue juga darah rendah dan kadar gula gue juga rendah. well, banyak orang nggak percaya. dengan badan segede gue gini, gula gue bisa rendah. yang ada juga gue penyakitan.

tapi

itulah faktanya. dan itulah kenapa gue nggak bisa diet.

bahkan gue pernah mau puasa, buat bayar hutang sekaligus diet. tapi tetep nggak bisa. akhirnya gue kliyengan juga.

ya ampuuuuuuuuuun…..

buat banyak orang yang punya kecenderungan gampang gemuk, makan terkadang menjadi hal yang ‘dosa’.

dan gue juga kadang seperti itu.

gue biasa makan 2x sehari

kadang kalo gue makan 3x, gue merasa takut. takut gemuk.

berlebihan, sih.

cuman gimana, ya? karena emang gue gampang gemuk

dan everyone says that i’m fat

gue merasa kalo bisa peruta gue, nih, kuat banget sampe gue nggak perlu makan.

hahahaha……

Café Au Lait

Ritual pagi gue:

membuka pintu kamar

nonton tv

minum segelas kopi hangat

ritual yang agak bapak-bapak, ya, tapi gue biasa melakukannya hampir tiap hari (bahkan ketika gue bangun siang sekalipun!).

Ritual yang paling gue suka adalah minum kopi di pagi hari. apalagi kalau masih subuh, saat matahari baru aja keluar. ditemani tv, atau mp3. nikmat banget rasanya.

kopi sering dinilai sebagai minuman yang nggak sehat. lebih mending teh, katanya.

tapi sebenarnya asal hanya minum kopi 2 sampai 3 gelas per hari dampak negatif kafein tidak menjalar dalam tubuh.

konsumsi kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2

mengurangi resiko kanker usus besar

mengurangi resiko stroke

mencegah alzheimer

sebagai antioksidan

kalau gue lebih suka kopi-susu, atau kopi moka. dan gue nggak suka kopi item.

 gue selalu minum kopi instan. gue paling suka kopi instan asli indonesia, seperti Kapal Api (merk dengan rasa kopi paling mantab).

Meskipun merk-merk kopi indonesia banyak ampas, tapi rasanya lebih nikmat. dibandingkan nescafe.

kopi produksi nestle itu menurut gue, sangat tidak kopi. rasanya hambar dan nggak kental.

mungkin karena orang swiss nggak pinter bikin kopi (karena mereka pinternya bikin coklat dan keju). :D

gue belum pernah nyoba kopi a la restoran mahal. tapi gue pernah minum kopi starbucks dengan harga 36.000 per gelas-nya.

and you know what…

rasanya persis kayak kopi Kapal Api!

Wow! I’ve spent 36.000 to buy Kapal Api!

kopi memang cenderung mengakibatkan kecanduan.

Like me, now.

But i enjoy it

Addicted to coffee…